SOPPENG, 4 Maret 2026 – Semangat memperkuat budaya literasi kembali digaungkan di Kabupaten Soppeng. Forum Kelompok Kerja Perpustakaan Kabupaten Soppeng (FKKP) menggelar pertemuan bersama para pengelola perpustakaan dari sejumlah kecamatan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengawas, pendamping pengawas, pustakawan, serta perwakilan dari Kecamatan Lalabata, Marioriawa, Liliriaja, Citta, Donri-Donri, dan Marioriwawo.
Ketua FKKP Kabupaten Soppeng, Irfani, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan peran perpustakaan sebagai pusat gerakan literasi sekolah.
“Kita ingin membangun kolaborasi yang kuat antar kecamatan, sehingga pengelolaan perpustakaan tidak hanya administratif, tetapi aktif, inovatif, dan berdampak langsung pada peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perpustakaan sekolah merupakan “jantung dan nadi pendidikan”.
Menurutnya, pustakawan dan pengelola perpustakaan adalah garda terdepan dalam menggerakkan literasi dan numerasi di lingkungan sekolah. “Perpustakaan bukan sekadar ruang buku, tetapi ruang tumbuhnya ide, karakter, dan wawasan,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Pengawas, Hj. Andi Asati, S.Pd., M.Pd., memaparkan strategi memperkuat lingkungan sekolah yang kaya teks. Ia mendorong agar perpustakaan benar-benar menjadi pusat sumber belajar yang hidup dengan menghadirkan bacaan bermutu serta menciptakan suasana yang mendorong siswa gemar membaca dan berpikir kritis.
Melalui kegiatan ini, FKKP Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya menjadikan perpustakaan sebagai motor penggerak literasi sekaligus pilar penting dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah. Dengan sinergi antar pengelola dan dukungan pemangku kebijakan, gerakan literasi di Soppeng diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.

