Maret 18, 2026

Dr Nurmal Idrus Ungkap Dampak Tersembunyi Pasar Ramadhan Soppeng bagi Ekonomi Warga

SOPPENG — Di balik keramaian transaksi Pasar Ramadhan SUKSES 2026, ternyata terjadi proses ekonomi yang jarang disadari masyarakat. Uang yang dibelanjakan warga tidak keluar daerah, melainkan berputar kembali di dalam Kabupaten Soppeng.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurmal Idrus, MM, dosen Pascasarjana Universitas Lamappapoleonro Soppeng, saat menjadi pembicara dalam Talk Show Pengembangan Ekonomi Kerakyatan yang digelar di kawasan Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Minggu, 9 Maret 2026.

Menurutnya, kegiatan seperti Pasar Ramadhan memiliki peran penting dalam menjaga sirkulasi ekonomi lokal atau local economic circulation.“Ketika masyarakat berbelanja di sini, uang mereka tidak keluar daerah. Uang itu berputar di Soppeng dan dinikmati oleh pelaku UMKM lokal,” ujarnya.

Secara ekonomi, kondisi tersebut dikenal sebagai multiplier effect atau efek pengganda ekonomi. Setiap uang yang dibelanjakan di satu pelaku usaha akan kembali beredar melalui transaksi lain di dalam wilayah yang sama. Misalnya, pedagang yang menerima uang dari pembeli akan kembali membelanjakannya untuk membeli bahan baku, membayar tenaga kerja, atau memenuhi kebutuhan rumah tangga di Soppeng.

Proses itu menciptakan perputaran ekonomi yang berlapis.Konsep ini sejalan dengan teori Local Economic Development (LED) yang menekankan pentingnya menguatkan aktivitas ekonomi berbasis wilayah agar manfaat ekonomi tidak keluar dari daerah.

Dr Nurmal menilai pelaksanaan Pasar Ramadhan SUKSES 2026 juga menunjukkan kepedulian Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, terhadap pengembangan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Meski kegiatan seperti ini tidak selalu memberikan keuntungan besar bagi penyelenggara, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan agar ruang transaksi bagi pelaku usaha kecil tetap tersedia.

Pelaksanaan kegiatan ini sendiri dipercayakan kepada Perseroda PT Lamataesso Mattappa sehingga kegiatan ekonomi rakyat tersebut dapat terlaksana.

Dalam perspektif pemasaran, Dr Nurmal menjelaskan bahwa model yang mempertemukan langsung pedagang dan pembeli masih menjadi metode paling efektif bagi pelaku UMKM.

Dalam ilmu ekonomi pemasaran, pola ini dikenal sebagai direct market interaction, yakni interaksi langsung antara produsen dan konsumen yang mampu memperkuat kepercayaan serta meningkatkan transaksi.Sebaliknya, pemasaran digital menurutnya masih menghadapi sejumlah keterbatasan bagi pelaku UMKM di daerah.

“Pemasaran online masih sulit diterapkan secara luas, kecuali jika didukung sistem logistik dan kurir yang kuat,” jelasnya.

Karena itu, ia mengusulkan agar pelaksanaan Pasar Ramadhan ke depan dapat diperpanjang waktunya agar nilai transaksi dan efek pengganda ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar.Ia bahkan menyarankan kegiatan serupa tidak hanya digelar pada bulan Ramadhan, tetapi juga pada momen lain seperti hari nasional maupun peringatan Hari Jadi Kabupaten Soppeng.Menurutnya, event ekonomi rakyat seperti ini merupakan salah satu instrumen efektif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM di daerah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *