September 14, 2026

Bupati Soppeng Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Perkuat Komitmen Wujudkan Pertanian Modern

GORONTALO – Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di GOR David Toni, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung penguatan sektor pertanian dan perikanan melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi menuju swasembada pangan nasional.

Bupati Suwardi menghadiri kegiatan tersebut didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng H. Asis Dahlan bersama 45 orang kontingen Kabupaten Soppeng yang terdiri atas petani, nelayan, penyuluh, dan pendamping dari perangkat daerah terkait.

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, PENAS XVII menjadi ajang nasional yang mempertemukan puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkenalkan berbagai inovasi di bidang pertanian dan perikanan.

Usai mengikuti kegiatan, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Soppeng dalam PENAS XVII merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan di daerah.

“Melalui keikutsertaan dalam PENAS XVII ini, kami berharap para petani dan nelayan Kabupaten Soppeng memperoleh wawasan, pengalaman, dan inovasi baru yang dapat diimplementasikan di daerah. Dengan demikian, produktivitas sektor pertanian dan perikanan dapat terus meningkat, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Suwardi Haseng.

Menurutnya, transformasi teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian saat ini. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus mendorong pengembangan pertanian modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan petani, serta penerapan teknologi tepat guna.

Rangkaian PENAS XVII telah berlangsung sejak 21 Juni 2026 dengan berbagai agenda strategis, antara lain temu teknologi, gelar teknologi, pameran pembangunan, temu usaha agribisnis, temu profesi, peragaan dan asah terampil, studi banding, hingga gelar seni budaya. Seluruh kegiatan menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi dalam mempercepat transformasi sektor pertanian dan perikanan Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa PENAS XVII diikuti sekitar 50 ribu peserta dari 38 provinsi serta ratusan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Ia menilai tingginya partisipasi tersebut mencerminkan besarnya semangat para pelaku sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor pangan melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani dan nelayan. Presiden juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia semakin dekat menuju swasembada pangan, ditandai dengan meningkatnya produksi sejumlah komoditas strategis, seperti beras dan jagung.

Keikutsertaan Kabupaten Soppeng pada PENAS XVII diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, petani, nelayan, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sektor pertanian dan perikanan yang maju, mandiri, berdaya saing, serta mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *