September 15, 2026

Penguatan Budaya Ilmiah, Guru Didorong Jadikan KTI sebagai Kebutuhan Profesional

SOPPENG, 27 April 2026 — Forum Pemerhati Pengembangan Daerah (FP2D) menggelar Workshop Standarisasi Penulisan Karya Ilmiah pada Jurnal Ilmiah Nasional di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Senin (27/4).

Kegiatan ini menegaskan pergeseran paradigma bahwa karya tulis ilmiah (KTI) tidak lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan telah menjadi kebutuhan profesional bagi guru.

Workshop menghadirkan narasumber berpengalaman, di antaranya Prof. Dr. Irwansyah, SH, MH, Dr. Akzan Yunus, SH, MH, serta Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Zulkarnain.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari guru SD, SMP hingga SMK, yang antusias memperdalam pemahaman terkait penulisan karya ilmiah sesuai standar nasional.

Asisten I Setda Soppeng, Andi Makkaraka, yang membuka kegiatan mewakili Bupati Soppeng, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Dalam pemaparannya, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Zulkarnain, menegaskan bahwa saat ini karya tulis ilmiah tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan telah menjadi kebutuhan bagi guru.

Menurutnya, guru dituntut untuk terus memperbaiki metode pembelajaran melalui refleksi dan inovasi yang berkelanjutan, kemudian mendokumentasikannya dalam bentuk karya tulis ilmiah.

“Guru semestinya tidak berhenti pada aktivitas mengajar. Setiap proses pembelajaran harus dievaluasi, diperbaiki, dan dikembangkan. Dari situlah lahir penelitian tindakan kelas, inovasi pembelajaran, dan praktik baik yang perlu dituangkan dalam karya ilmiah,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses berpikir ilmiah sebenarnya sudah menjadi bagian dari keseharian guru di kelas, namun belum seluruhnya terdokumentasi secara sistematis.

“Yang perlu kita dorong bukan sekadar menulis, tetapi bagaimana guru mampu merekam proses berpikir dan praktik pembelajarannya secara ilmiah, sehingga dapat dibagikan dan memberi manfaat lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Irwansyah, SH, MH memaparkan materi terkait strategi dan standarisasi penulisan karya ilmiah pada jurnal nasional, sedangkan Dr. Akzan Yunus, SH, MH menjelaskan tata kelola serta strategi penerbitan artikel pada jurnal berkala ilmiah, termasuk peluang publikasi di tingkat nasional dan internasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru tidak lagi memandang karya tulis ilmiah sebagai beban administratif, tetapi sebagai bagian dari kebutuhan profesional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kontribusi terhadap dunia pendidikan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *